Influenza adalah salah satu penyakit yang sering kita temui dan umum diderita oleh anak-anak maupun orang dewasa. Orang biasa menyebut influenza dengan istilah “flu” itu saja. Lalu apakah kita tahu penyebab kita terkena flu? Lalu apa obat yang tepat untuk flu? Dan apakah tepat pengobatan kita selama ini?
Swamedikasi adalah upaya untuk mengatasi penyakit/yang dirasa sakit dengan jalan menggunakan obat tanpa resep dokter. Biasanya menggunakan obat yang beli di apotek, toko obat, maupun si warung-warung. Dengan swamedikasi kita dapat memperoleh obat dengan cepat, murah, mudah diperoleh, dan dapat dilakukan sendiri. Obat yang biasa di gunakan untuk swamedikasi adalah golongan obat bebas, obat bebas terbatas, obat wajib apotek dan obat tradisional. Lalu obat apa yang tepat bagi swamedikasi influenza?
Bagaimanakah memilih obat yang manjur????
Dalam memilih obat yang manjur kita haru memenuhi 5 T + 1 W , yaitu :
· Tepat indikasi/penyakit
· Tepat obat
· Tepat penderita
· Tepat dosis
· Tepat waktu
· Waspada efek samping obat
Influenza, Salesma dan Rhinitis Alergi merupakan penyakit gangguan saluran pernafasan yang ditandai dengan gejala-gejala yang serupa/ mirip. Masyarakat menyebutnya sebagai sakit Flu, sehingga pemilihan obatnya sering kurang tepat.
TERAPI DENGAN OBAT
1. Kenali penyebabnya, apakah selesma, influenza, atau rhinitis alergi.
Yang masing-masing mempunyai perbedaan :
SELESMA :
sakit kepala
keluar cairan hidung(meler)
hidung tersumbat
sakit tenggorokan
batuk kering
batuk dahak
INFLUENZA :
tanda-tanda selesma berat
ngilu pada sendi dan otot
“demam”
RHINITIS ALLERGY :
Selesma menetap
Gatal hidung
2. Mengenali macam-macam obat.
Biasanya obat flu yang terdapat di pasaran merupakan obat kombinasi yang berisi :
o Dekongestan
Untuk mengurangi sumbatan dan mengurangi produksi cairan hidung. Co : Pseudoefedrin
o Analgetik
Untuk mengurangi rasa sakit. Co : Parasetamol, asam mefenamat, antalgin.
o Antihistamin
Untuk menghilangkan alergi. Co : CTM
o Antitusif
Menekan batuk kering. Co : Dekstrometorphan
o Ekspektoran
Mengencerkan dan mengeluarkan dahak. Co : GG (Gliserilguaiakolat)
o STIMULANSIA
Menyegarkan tubuh. Co : Kofein
o VITAMIN C
Meningkatkan pertahanan tubuh.
3. Kenali kondisi anda dan kontraindikasinya
Yang paling tahu kondisi fisik kita adalah kita sendiri, maka agar pemilihan obat tidak merugikan, kita harus selalu melihat kontraindikasi obat yang tertera dalam bungkus obat tersebut. Hal ini sangat penting agar tidak terjadi kesalahan pengobatan.
4. Perhatikan dosis dan cara pemberian.
Dosis sangat penting karena sangat menentukan
apakah obat tersebut menjadi obat, racun, atau sekedar lewat karena kurang dosis.
Untuk mengetahuinya amati pada aturan pakai.
5. Komposisi obat terpilih
SELESMA :
o Dekongestan (meler) + Analgetik
o Dekongestan + Antitusif (Batuk Kering)
o Dekongestan + Ekspektoran (Batuk Dahak)
o Analgetik +Antitusif (Batuk Kering)
INFLUENZA :
o Dekongestan + Analgetik-Antipiretik + Antivirus
RHINITIS ALLERGY :
o Dekongestan + Analgetik + Antihistamin
TIPS MEMILIH OBAT FLU
Ø Cari yang jumlah komponennya maksimal 3 macam.
Ø Tiap komponen tidak boleh mempunyai indikasi yang sama
Ø Tiap komponen tidak boleh saling berlawanan.
Ø Cari yang cocok dengan sakit anda (selesma,influenza, atau alergi)
Ø Cari yang tidak kontraindikasi dan dosisnya sesuai
TERAPI TANPA OBAT
Ø Istirahat
Ø Menghirup uap air hangat
Ø Makan makanan yang diberi banyak merica
Ø Minum wedang jahe
Ø Makan makanan yang bergizi
Jadi marilah kita lebih cermat dalam memilih obat yang beredar di pasaran. Jangan terpengaruh dengan iklan di pasaran. Karena banyak obat di pasaran yang isinya/kandungan obatnya saling berlawanan aksinya.
Menjaga selalu kebersihan badan dan lingkungan merupakan upaya yang paling tepat dalam mencegah berbagai macam penyakit.
“Berobatlah kalian, maka sesungguhnya Allah SWT tidak mendatangkan penyakit kecuali mendatangkan juga obatnya”
(HR Tirmidzi)